Hai, Kalian sedang mau memulai membeli lampu pintar atau smart bulb untuk memulai rumah yang lebih pintar? jangan sampai salah beli yuk, simak beberapa tips memilih merek lampu pintar/ smart bulb yang cocok untuk Kalian!

Yuk tanpa panjang lebar, kita mulai saja…

1. Apakah kalian membutuhkan tombol fisik? seperti remote, saklar dan lainnya?

Sebelum membeli lampu pintar-nya kalian harus berpikir panjang dahulu, perlu tidak kalian mengontrol lampu kalian dengan remote.. atau kalian hanya perlu mengaturnya lewat handphone saja? Coba pikirkan yang lama, karena penyesalan datang belakangan..

Bayangkan ketika mau tidur, kalian harus membuka aplikasi smarthome kalian untuk mematikan lampu… aduhh sedihnya bukan? atau ya tidak masalah juga.. pilihan ada di kalian..

Pilihan saya pastinya ada aksesoris lebih baik, jadi pilihan jatuh ke:

Philips WiZ

(+) Tidak perlu hub/ gateway
(+) Bekerja secara offline/ tanpa internet (jika terhubung ke aksesoris remote dan motion sensor)
(+) Aplikasi mudah digunakan
(+) Philips sebagai merek senior di perlampuan, jadi cahaya sangat bagus ( Color Rendering Index sangat tinggi )
(+) Harga sudah relatif terjangkau ( mulai dari 50rb++ sudah bisa didapatkan untuk yang non RGB )
(+) Circadian Rythem ( Bisa menyesuaikan tingkat kecerahan sesuai dengan waktu, jadi menghindari cahaya terlalu silau pada malam hari )
(+) Power outage recovery, ketika mati lampu, lampu akan menyimpan status sehingga tidak menyala sendiri ketika listrik kembali menyala

(-) Pilihan Otomasi sangat terbatas ( hanya motion sensor, dan otomasi waktu via app )
(-) Harga untuk beberapa aksesoris dan led strip masih cukup tinggi
(-) Tidak tersedia aksesoris untuk di dinding ( saklar di dinding/ wall switch baik itu remote ataupun elektrikal )
(-) Jika di kontrol pakai remote, terkadang ketika dinyalakan paksa pada saklar lampu suka tidak kembali menyala, harus tekan ON di Remote

Pilihan alternatif tetapi membutuhkan HUB/ GATEWAY: Philips Hue/ Xiaomi Ecosystem/ Tuya Smart Ecosystem with Zigbee Hub

Cek Philips WiZ:

 

2. Perlukah Saklar Pada Tembok?

Philips WiZ menjawab berbagai masalah untuk aksesoris fisik, tetapi jika kalian ingin sebuah saklar yang bisa di tekan tekan dan menempel di tembok, tetapi juga bisa dibawa ketika dibutuhkan..

Maka pilihan jatuh ke:

Philips Hue Ecosystem

(+) Aksesoris yang berhubungan dengan saklar banyak dan tanpa perlu installasi elektrikal.
(+) Ditambah dengan semua keuntungan Philips WiZ

(-) Harga relatif tinggi
(-) Keterbatasan otomasi juga
(-) Membutuhkan Bridge/ Gateway
(-) Tidak ada saklar pintar/ smart wall switch yang langsung terhubung ke elektrikal (ada tapi harus impor)

Pilihan alternatif: Tuya Ecosystem with Zigbee Hub & Xiaomi Ecosystem

Cek Philips Hue:

 

3. Seberapa Kompleks Kalian Ingin Melakukan Otomasi/ Automation

Philips WiZ dan Hue sudah mencukupi sebagian besar solusi pencahayaan pada rumah kebanyakan orang, tetapi bagaimana jika ingin membawa ke tinggkat yang lebih tinggi seperti menghubungkan dengan perangkat pintar selain lampu? Misalnya: CCTV, Smart Plug, Colokan Pintar, Sensor Pintu, Sensor Temperatur dan banyak lainnya…

Pilihan jatuh ke:

Tuya Ecosystem with Zigbee Hub

(+) Bisa tanpa hub, tapi direkomendasikan membeli hub/ gateway untuk otomasi yang lebih advanced
(+) Harga relatif terjangkau
(+) Bisa menggunakan berbagai macam merek, dicampur… (Bardi, Galvee, Arbit, Bossman, yang ada logo TUYA)
(+) Otomisasi tingkat lanjut
(+) Pilihan aksesoris nyaris tidak terbatas, bahkan bisa impor dari Aliexpress

(-) Sensor terkadang delay/ lemot
(-) Membutuhkan internet karena kebanyakan aksesoris Tuya Eksosistem itu menggunakan WiFi
(-) Aplikasi sedikit kurang nyaman digunakan
(-) Kualitas cahaya lampu biasa saja jika dibanding Philips

Pilihan alternatif: Xiaomi Ecosystem

Cek Tuya Ecosystem:

Sebenarnya saya ingin merekomendasikan Xiaomi Ecosystem, karena Xiaomi Ecosystem sangat bagus sebenarnya, pilihan akesoris sangat banyak, baik itu aksesoris di tembok, remote, sensor dan lainnya, Hanya saja… Kalian akan sangat sulit membeli versi GLOBAL, karena ketika salah beli kalian akan stress, karena sebagian perangkat hanya bekerja di Region/ Daerah China Mainland, dan sebagian hanya bisa di Region Global.

Jadi ketika salah beli, solusinya ya kalian menggunakan 2 aplikasi Xiaomi, Xiaomi Global dan Xiaomi China. Lalu beberapa aksesoris GLOBAL memiliki fitur terbatas, seperti monitoring daya pada smart plug/ colokan pintar tidak tersedia.

 

Jadi kesimpulannya, menurut saya Philips WiZ tetap menjadi pilihan terbaik untuk kebanyakan orang, Philips Hue menjadi alternatif untuk yang memiliki budget lebih, dan untuk yang ingin melakukan otomisasi yang lebih kompleks disarankan menggunakan Tuya atau Xiaomi Ecosystem.

Kalau saya menunggkana semua-nya makanya saya bisa menulis artikel ini :’)

Pada akhirnya kalian jika sudah tingkat lanjutan melakukan investasi rumah pintar kalian, juga pastinya akan menggunakan berbagai platform Ecosystem dan itu wajar, dan itu bukan hal yang membingungkan juga, karena bisa dijadikan satu platform dengan menggunakan, Google Home, Samsung Smart things dan Apple Home Kit.

Di screenshot diatas ini saya menghubungkan Tuya, Philips WiZ, Philips Hue ke Samsung Smart Things.

Lalu, dari Google Home, saya hubungkan dengan Samsung Smart Things dan Xiaomi Home, Karena Xiaomi Home tidak bisa terhubung ke Samsung Smart Things.

Jadi Sekarang Semua perangkat bisa di kontrol pada aplikasi Google Home.

Yup, begitulah tips untuk memilih lampu pintar/ smart bulb untuk memulai perjalanan ke rumah yang lebih pintar.

 

Sumber Gambar Utama:
Pexels.com