Bagaimana sih rasanya orang yang pakai iPhone dan iOS selama 10 tahun garis keras pindah ke Android penuh? Pada Tahun 2020, Tahun yang bisa dibilang revolusioner, bukan karena teknologi tetapi karena pandemi. Banyak sekali dampak pandemi yang mengakibatkan gaya hidup jadi berubah.

Kebetulan pada tahun yang sama iPhone Xs saya rusak dan memutuskan untuk tidak membeli iPhone dulu, kenapa? Karenaa, Hello, di saat pandemi kayak gini, teknologi yang dibangga banggakan Apple yaitu FaceID jadi tidak berguna. Buat apa punya jidat gede kalo ga bisa dipakai ;)

Saya masuk dalam ekosistem Apple dari iPhone 4s berarti dari tahun 2011, dan seterusnya menggunakan iPhone. Saya termasuk Apple Fan Boy intermediate lah, masih level tengah keatas, punya iPhone, Apple Watch, iPad Pro, Macbook Pro, Airpods Pro, dan AirPods 2. Sudah nyaman sekali didalam ekosistem Apple. Keyboard dan Mouse-pun harus support MacOS dan iOS secara maksimal. Makanya keyboard saya juga pakai Keychron yang memiliki layout MacOS. Tetapi kenapa pindah? Jawabannya tetap sama, keberanian atau kalau kata Apple “Courage”.

Saya orang yang mementingkan kenyamanan dan fungsi dahulu. Jadi ketika FaceID tidak bisa digunakan di tempat umum karena harus menggunakan masker di tempat umum. Otomatis menjadi beban yang saya rasa cukup untuk pergi dari dunia FaceID berikut iPhone.

Wah tapikan di iOS 14.5 sudah bisa faceID with mask. Oh ya bisa sihh, tapi ga bisa buat authentikasi pemabayaran, jadi kalau lagi di mall bayar pake OVO atau Shopee Pay, tetap harus masukin PIN. Sangat tidak nyaman dan tidak aman kan pin diintip oleh orang belakang?

Jadi bagaimana hidup 1 tahun tanpa iPhone di dalam ekosistem Apple? Jawabannya.. Tidak seburuk yang kalian kira..

Selama 1 tahun saya melakukan adaptasi dari iOS main ke Android main. Untungnya handphone yang saya pake bisa dibilang “KW” Apple dalam segi operating sistem, saya pakai Huawei P30 dengan EMUI yang memiliki cirikhas iOS yang kental. Jadi transisi tidak seburuk itu.

Keputusan yang salah, dulu sempat berani mencoba Android ketika upgrade dari iPhone 4S, Sony Xperia ZR adalah smartphone pertama saya dengan Android. Ya termasuk “flagship” pada jamannya loh. Tetapi pengalamannya buruk, ketika melakukan software update malah rusak, service software lama dan makin lama makin lemot digunakan. Jadi akhirnya memutuskan untuk pindah ke iPhone lagi, yaitu iPhone 5S.

Sehabis itu semua masalah terselesaikan, pengalaman dengan iPhone sangat istimewa, lag free dan performa untuk gaming bagus pada jamannya.

No pic, Hoax? Sayang sekali dari dulu emg uda hobi koleksi gadget2 juga.. jadi ada fotonya ketika jual iPhone 4S ganti ke Xperia ZR ;)

Selain pengalaman buruk di Android dulu, Saya belum pernah sepenuhnya cocok dengan Android, karena banyak hal hal yang masih harus dipoles dalam segi kenyamanan. Tetapi kita bisa hidup kok dengan kompromi, terutama jika dibanding membeli iPhone lagi tapi FaceID tidak bisa digunakan di tempat umum, karena COVID DAN MASKER.

Mari bicara Apple Watch, tanpa iPhone Apple watch jadi jam yang tidak lagi smart, jadi keputusan yang saya ambil adalah jual Apple Watch saya. Padahal cukup baru Apple Watch Series 5.

Airpods dan Airpods Pro? Bisa digunakan di Android dan Windows, dengan suara dan performa yang sama baiknya, walaupun kehilangan fitur Audio Quick Switching tetapi bukan menjadi masalah yang besar.

Kalau Android secara fungsi sih sama dengan iOS, sama sama fungsional, mulus dan bagus. Tetapi dalam beberapa skenario Android akan terlihat kurangnya polesan “magic” dari Apple. Dimana diberbagai kemulusan user interface, animasi dan user experience masih ada yang ketinggalan. Ketika sudah menggunakan iOS lebih dari 10 tahun, maka sudah terciptalah muscle memory atau bisa dibilang kebiasaan seperti insting.

Jadi ketika ada hal yang harusnya ada, tetapi tidak ada di Android maka akan menjadi nilai negatif dan jika dialami setiap hari akan menjadi beban yang terasa.

Yuk saya cerita sedikit dimana penemuan penemuan saya yang mungkin kalian anggap kecil tapi berarti bagi saya.

 

1. Notification Management

Saya sudah terbiasa dengan notification center yang bersih, jadi biasa kalau sudah menumpuk saya akan clear all, tetapi bukan berarti saya sudah baca semua. Nah kalau di Android kita lakukan clear all, maka semua notifikasi akan bersih sampai di iconnya pun hilang bahwa ada notifikasi, jadi terkadang kita lupa ada pesan ataupun email yang blm dibaca.

Tetapi di iOS kalau kita clear di notification center, maka di Apps Icon akan tetap ada merah merah sampai kita baca selesai, jadi terkadang jika sudah ada waktu, saya akan ingat untuk membuka aplikasi tersebut dan akan membaca pesan tersebut. Kalau di Android bersih, sampai terkadang kita lupa ada pesan yang belum dibaca. Misalnya: Whatsapp, telegram, dsb…

 

2. Aplikasi yang lebih terpoles desainnya

 

Banyak aplikasi yang lebih cenderung memprioritaskan iOS baru Android, kenapa? karena iOS memiliki model yang lebih dikit, jadi developer akan lebih mudah melakukan optimisasi di iPhone ataupun iOS lainnya. Coba ambil contohlah spotify, seharusnya fungsi dibuat sama, tetapi di Android kehilangan fungsi swipe down gesture.

 

3. Fungsi utama masih lebih unggul

 

Memang dalam keseharian nyaris tidak ada perbedaan signifikan, tetapi jika dibandingkan, terutama dalam iOS handling sistem fungsi utama, seperti keyboard, iOS akan lebih mulus dan quality controlnya jauh lebih baik. Jika dilihat di Android keyboardnya mengalami Lag ataupun user experience yang tidak nyaman karena keyboard state/posisi terakhirnya tidak disimpan dengan baik dan harus di reload setiap saat kita gonta ganti aplikasi.

Gimana rasanya pindah ke Android? Jawabannya oke oke saja, kamera bagus, baterai awet, ngecas cepet, banyak sekali keunggulan Android juga kok, tetapi dalam segi polesan sistem memang masih harus mengejar Apple dalam segi kemulusan, polesan dan terutama sentuhan magic dari sistem iOS.

Jadi apakah saya akan ganti iPhone lagi? Jawabannya, Ya! tetapi dengan syarat, iPhone harus memiliki fingerprint / TouchID lagi, ataupun COVID-19 sudah berakhir dan masker tidak diperlukan lagi di tempat umum. Kalau kalian bagaimana? Adakah pengalaman pengalaman seperti ini? Baik itu dari iPhone ke Android, ataupun Android ke iPhone?