gambar: teknologi inverter oleh sharp

Teknologi inverter, apa sih itu? Kita sering banget denger nama Inverter pada Microwave, AC, Kulkas dan berbagai macam perangkat rumah tangga lainnya.

Secara mudahnya, Teknologi inverter terdapat pada metode pengiriman daya kelistrikan kepada perangkat. Jika perangkat konvensional menggunakan semacam transformer yang konstan, perangkat inverter menggunakan sirkuit Inverter. Keunggulan inverter adalah pengaturan kelistrikan variable sehingga perangkat memiliki kontrol daya yang akurat.

sumber gambar: greecyprus

Kita analogikan inverter seperti mobil, yang kecepatannya bisa kalian kontrol dengan pedal gas, semakin diinjak dalam, maka kecepatan mobil kalian akan meningkat, jika ditahan maka kecepatan akan sesuai dengan permintaan kalian, dan ketika kalian melepas pedal gas perlahan, maka mobil akan ikut melambat dan menyesuaikan kecepatan.

Nah, kalau teknologi konvensional, bayangkan mobil kalian cuman punya tombol untuk maju 100km/jam dan mati. Nah gimana kalian menyesuaikan kecepatan mobil kalian agar bisa mencapai kecepatan 60km/jam misalnya? Jawabannya sulit.. kita akan coba menyala dan mematikan mobil kita agar bisa mencapai kecepatan yang mendekati 60km/jam ntah baik itu 80km/jam ataupun 50km/jam. Tidak akurat dan bahaya ya kalau mobil.

Nah pertanyaannya.. apakah kalian membutuhkan kontrol daya/ panas / pendinginan yang presisi seperti kecepatan pada mobil? Kalau iya, berarti pilihlah perangkat dengan teknologi INVERTER.

 

Peran inverter pada Microwave ( Pemanas Inverter )

sumber gambar: panasonic

Kebayangkan analogi yang mobil diatas? Kita punya microwave 1000 watt konvensional,  Nah ketika kita melakukan pengaturan watt ke 500, maka microwave konvensional tidak bisa mengatur secara presisi 500watt, tetapi microwave konvensional akan menggunakan trik siklus mati dan nyala mensimulasikan panas 500watt.

Sedangkan microwave inverter 1000 watt, ketika kita melakukan pengaturan suhu 500 watt maka daya listrik secara peresisi akan menjadi 500 watt, sehingga suhu memasak stabil dan tidak ada lonjakan panas.

Ini yang menyebabkan ketika kalian menghangatkan makanan di microwave konvensional dengan watt kecilpun terkadang makanan masih suka gosong ataupun meletup minyak, karena walaupun di atur untuk 500watt, tetapi microwave konvensional hanya bisa mengeluarkan daya 1000 watt, sudah pasti di satu waktu makanan akan kepanasan dan meletup letup.

Perlukah microwave inverter? jawabannya tergantung kebutuhkan kalian, apakah menghangatkan makanan dengan suhu presisi adalah prioritas? Jika ya, pastikan membeli dengan teknologi inverter.

 

Peran inverter pada Kulkas dan AC ( Pendingin Inverter )

sumber gambar: SHREE KRISHNA FANS

Kita bayangkan analogi mobil tadi lagi, sekarang tapi kepada mesin pendingin misalnya AC ataupun Kulkas. Untuk Pendingin konvensional hanya memiliki satu kemampuan daya pendingin, baik itu 100% ataupun 0% alias mati dan nyala.

Jadi ketika kalian menyalakan AC dan mengatur pada suhu 24 derajat celcius, maka AC konvensional akan menyala dengan kekuatan penuh hingga suhu mencapai 24 derajat celcius, lalu mesin AC akan mati. Lalu ketika suhu sudah naik ke 25 atau 26, mesin AC akan menyala penuh kembali degan daya maksimal 100%, hingga suhu turun ke 24 derajat dan AC akan mati lagi. Makanya sering kali kita mendengar AC konvensional kita bunyi seperti menyesuaikan mati dan nyala.

sumber gambar: SHREE KRISHNA FANS

Nah untuk AC Inverter, ketika kalian mengatur suhu ke 24 derajat, maka awalnya AC inverter juga akan menggunakan 100% kekuatan pendinginan, namun ketika suhu sudah mendekati 24 derajat, maka kekuatan pendinginan akan disesuaikan misalnya menjadi 50%, Nah ketika suhu sudah mencapai 24 derajat, daya akan dimatikan, ketika suhu mulai memanas ke 25 derajat, maka AC inverter hanya akan menggunakan mungkin 10-20% untuk menurunkan suhu dari 25 derajat ke 24 derajat. Disinilah claim penghematan biaya listrik ketika menggunakan AC ataupun Kulkas Invernter.

gambar: teknologi inverter oleh sharp

Makanya di beberapa spek AC inverter menulis beberapa watt misalnya 180 watt hingga 1100 watt ( 180-1100 watt ) ini dia variable watt yang bisa digunakan oleh AC Inverter kalian, jika sudah mencapai suhu “inverter” maka AC hanya akan menggunakan daya 180 watt.

Jadi Perlukan AC / Kulkas Inverter? Jika kalian tinggal di tempat yang suhunya bisa dijaga dengan baik misalnya di kamar tidur, yang jarang dibuka kalau sudah tidur malam, AC inverter akan mempunyai penghematan yang signifikan! Karena ketika mencapai suhu yang disesuaikan daya akan sangat hemat.

Namun jika AC Inverter di letakan di tempat yang suhunya tidak bisa konstan, misalnya ruangan umum/ tamu yang pintunya sering di buka tutup. Maka AC inverter akan kehilangan manfaatnya, bahkan bisa lebih boros pada kasus tertentu.

Kalau untuk Kulkas? Menurut saya Wajib Inverter! Kenapa? Berbeda dengan kasus AC yang tergantung ruangan, kalau kulkas kan kondisinya juga tidak terlalu sering dibuka tutup, kecuali kulkas di kantor ya, saya rasa semua orang dapat merasakan pengehamatan daya dari kulkas inverter.

Mari kita simpulkan sekali lagi

Kapan sebaiknya menggunakan inverter?

  1. Butuh kontrol daya presisi baik itu pemanasan atau pendinginan
  2. Jika memiliki ruangan yang suhu-nya bisa dijaga dengan stabil (ruangan yang pintunya jarang dibuka tutup. cth: kamar tidur )
  3. Daya pendinginan yang lebih cepat dengan mode powerful/ turbo cool ( karena AC inverter punya beberapa control watt [ inverter 180 watt – 810 watt vs konvensional 680 watt ] )
  4. Ingin lebih hening, karena kecepatan bisa diatur, makanya inverter sangat halus suara mesin kompressornya.
  5. Ingin pengehmatan daya lebih ****

 

Kapan sebaiknya menggunakan teknologi konvensional?

  1. Jika presisi kontrol daya bukan menjadi prioritas
  2. Memiliki ruangan yang suhunya tidak dapat dijaga dengan stabil ( area lobby, ruang tamu, tempat les, banyak orang lalu lalang, dll )
  3. Keterbatasan Dana ( budget terbatas )****

 

* Penggunaan teknologi inverter di tempat yang suhunya tidak bisa dijaga akan membuat AC/ Kulkas menyala terus ( 100% ) sehingga percuma menggunakan teknologi inverter kalau AC hanya menyala terus tanpa bisa mencapai suhu ideal.

** AC Inverter memiliki watt yang lebih besar jika dinyalakan 100%, ini wajar karena AC inverter hanya akan menggunakan daya terbesarnya untuk awal menyala dan ketika menggunakan mode powerful / turbo cool, Jika kalian cek AC 1PK Konvensional sekitar 680 watt, tetapi inverter memiliki watt 180 – 810 watt.

*** Pastika kapasitas PK AC sesuai dengan ruangan, jika tidak AC inverter tidak bisa mencapai suhu “inverter” maka pengehatan daya akan tidak maksimal.

**** Pengehmatan dana hanya di awal pembelian produk konvensional, tetapi dalam jangka waktu panjang, inverter tech akan bisa melakukan penghematan lebih jika penggunaan produk inverter sesuai dengan yang didefinisikan sebagai ideal untuk inverter.

 

Nah sudah kalian sudah tau kan perbedaan teknologi inverter dan konvensional. Jadi apakah kalian akan membeli perangkat inverter?