Belum lama ini Airpods Pro baru secara resmi masuk Indonesia, sekitar tanggal 28 Febuari 2020. Jika dibandingkan dengan negara lainnya, Indonesia termasuk telat kebagian produk Airpods Pro ini.

Nah yang terpenting bagaimana performa dari Airpods Pro ini? Terutama jika dibandingan dengan seri non-pro si Airpods 2. Yuk langsung saja…

Pertama dari tipe produknya sudah berbeda, tidak bisa dibandingkan secara langsung, karena Airpods non pro adalah tipe Earphone In-Ear Earbuds Fittings, dimana earphone hanya seperti menempel ditelinga saja, dan tidak masuk ke kuping. Lalu tipe Airpods Pro adalah In-Ear headphones dimana memiliki eartips dengan ukuran yang bisa di ganti ganti yang akan dimasukan kedalam kanal telinga Anda. Hasilnya isolasi suara akan lebih baik dibandingkan Earbuds Fitting. Seberapa dalam yang masuk kedalam telinga Anda atur sendiri untuk kenyamanan Anda. (Baca tentang tipe tipe umum headphone disini…)

Earbuds-Fitting-vs-IEC/IEM

 

Disini kelebihan In Ear Headphones adalah memiliki isolasi suara yang lebih baik, dimana kebisingan dari luar akan berkurang jauh dan membuat kalian lebih dapat fokus kedalam musik kalian.

Airpods Pro juga dilengkapi dengan fitur Active Noise Cancellation, dimana mikrofon disudut luar akan merekam suara dan memproses suara lalu menghasilkan anti-noise yang membuat kebisingan menjadi sangat minim bahkan hilang. Jadinya Airpods Pro ini sangat cocok digunakan di tempat yang berisik dan butuh ketenangan, dimana Airpods non-pro tidak menyediakan isolasi suara yang baik.

Oke cukup basa basinya, gimana suaranya?

Jawabannya, crispy dan sedikit garing? Awalnya tidak percaya dan bingung kenapa ini Airpods Pro dengan tipe In-Ear ini menghasilkan suara yang relatif flat dan balanced. Dimana semua suara hadir tanpa ada yang hilang, itu bisa dibilang relatif positif dan negatif, untuk kalian penggemar bass, pastinya sangat kecewa dengan profile suara yang di produksi oleh Airpods Pro ini. Bahkan boleh dibilang Airpods non pro menghasilkan bass yang lebih dominan walaupun mengorbankan kejernihan dibagian high frequency.

Untuk sound stage untungnya menjadi salah satu keunggulan Airpods Pro, dimana profile suara yang crispy, rich dan garing membuat semua instrument dan vocal sangat menonjol dan memanjakan telinga, saya yang tadinya demen dengar lagu EDM yang bass-nya kuat, tetapi sejak menggunakan Airpods Pro beralih ke genre Rock, Pop, Metal, dan Jazz, dikarenakan profile suaranya yang jernih dan clear sangat menggoda untuk mendengar instrumen musik. Separasi stereo juga sangat baik. Mungkin juga kalian akan menemukan insturmen di lagu favorit kalian yang tadinya tidak kedengeran lohh…

Pokoknya keunggulan Airpods Pro menurut telinga saya jatuh pada profile suara yang clear, crispy dan balanced, ini juga dibantu dengan Digital Signal Processing yang Apple sebut Adaptive EQ dimana Airpods pro akan mencoba menyesuaikan suara audio yang dihasilkan sebanyak 200x dalam 1 detik sesuai dengan setiap tipe suara kontennya. Dengan tujuan semua suara dapat terdengan dengan jelas tanpa ada yang hilang. Nice!

Lalu dengan adanya DSP ini, kalian bisa mengganti mode noise canceling menjadi transparancy mode dimana suara dari luar akan di perdengarkan ke kalian dengan tujuan bisa mendengar suara disekitar seperti ketika sedang berjalan di pinggir jalan, atau menunggu keberangkatan pada saat di Bandara.

Kalian bisa menemukan settingsnya dibagian Bluetooth > AirPods Pro > Klik dibagian (!)
Disini banyak pengaturan seperti mode noise canceling, Ear tip test untuk mengecek apakah ukuran silikon yang digunakan sudah sesuai, dan beberapa setting untuk bagian touch actionnya.

Yang belum pernah menggunakan earphone dengan noise cancellation maka kalian bisa tonton video demo active noise canncelation sedang bekerja dibawah ini.

Mungkin juga baca artikel lengkap tentang noise cancellation headphone disini.

Kembali ke kesimpulannya, Saya sedikit kecewa dengan performa suara yang dihasilkan oleh Airpods Pro ini, dikarenakan memilih menghadirkan suara yang relatif flat dan tidak punchy, dimana tidak semua orang akan bisa menerima suara yang garing, bass yang minim dan crispy, mungkin disebagian kuping orang awalnya terdengar murahan, bahkan jika dibandingkan dengan Earphone murah meriah seperti Knowledge Zennith KZ-ZST yang harganya 200-300rb saya jamin Kalian pasti lebih demen profile suara dari Knowledge Zennith KZ-ZST tersebut, lalu kemungkinan besar kalian agak jijik ketika mendengar suara bass yang dikeluarkan oleh Airpods Pro ini, tetapi semakin lama digunakan dan mulai mengerti bahwa Airpods Pro membutuhkan genre lagu tertentu untuk bersinar dan menampilkan keunggulannya.

Airpods Pro adalah sebuah peningkatan jika dibandingkan dengan seri airpods non-pro, tetapi jika dibandingkan dengan kompetitor lainnya seperti Galaxy Buds+ dan SONY WF1000X kualitas suara yang dihasilkan sangat tidak menggiurkan, tetapi kembali lagi ke prefrensi kalian, mungkin suara yang cenderung flat cocok untuk kalian. Lalu ingat kata kata yang selalu Apple gunakan yaitu MAGIC. Ya! dimana Airpods Pro menawarkan fitur yang tidak bisa dijumpai oleh kompetitor lainnya yaitu kemudahan koneksi pairing, kualitas bluetooth yang stabil tidak pernah putus, dan delay yang minim, dan jika Kalian sudah berada di ekosistem Apple, Airpods Pro masih True Wireless yang terbaik.

Jadi? Haruskah kalian membeli Airpods Pro ini di iBox atau toko lainnya karena sudah resmi keluar pada tanggal 28 Februari 2020? Dengan harga yang cukup fantastis sekitar 3.75jt s/d 4.5jt. Jika kalian tidak membutuhkan True Wireless yang menyediakan Active Noise Cancelling maka sebaiknya menetap ke Airpods 2 ataupun tetap setia kepada In Ear Monitoring Kabel.

Jika kalian demen suara yang relatif flat dan bisa tahan suara bass kurang punchy, maka AirPods Pro bisa menjadi opsi terbaik True Wireless kalian.

 

Artikel Terkait:

Review AirPods 2 ( 2019 )

Tipe Tipe Umum Headphone, Earphone, dan Earbuds

Fungsi Late Night EQ pada iOS